KABARPAKUAN.COM — Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bandung menerima laporan kejadian kondisi membahayakan manusia yakni satu orang terbawa arus Sungai Ciherang, Kampung Girang, Desa Banjaran, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, pada Rabu (15/4).
Informasi diterima pada pukul 19.00 WIB dari BPBD Kabupaten Bandung. Berdasarkan laporan, kejadian bermula pada pukul 15.42 WIB saat seorang pelajar terbawa arus sungai. Korban atas nama Agus Sutisna (52), yang merupakan petugas keamanan SMAN 1 Banjaran, berupaya melakukan penyelamatan dengan cara berenang. Namun, derasnya arus dan tingginya debit air menyebabkan korban tidak mampu mencapai tepian dan akhirnya ikut terbawa arus hingga tenggelam.
Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, menyampaikan bahwa pihaknya langsung merespons laporan tersebut dengan memberangkatkan satu tim rescue ke lokasi kejadian.
“Setelah menerima laporan dan memastikan kebenaran informasi, kami segera mengerahkan satu tim rescue menuju lokasi untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan. Tim dilengkapi dengan peralatan SAR air untuk mendukung proses pencarian korban,” ujar Ade Dian Permana.
Tim rescue diberangkatkan pada pukul 19.15 WIB. Dalam kejadian tersebut, dilaporkan terdapat enam orang korban, dengan rincian empat orang selamat, satu orang meninggal dunia atas nama Ginasa (18), dan satu orang masih dalam pencarian atas nama Agus Sutisna (52).
Operasi SAR melibatkan unsur dari Basarnas Bandung, BPBD Kabupaten Bandung, Polsek Banjaran, serta masyarakat setempat. Adapun peralatan yang digunakan antara lain satu unit truk personel, peralatan SAR air, alat komunikasi, serta perlengkapan pelindung diri (APD).
Basarnas Bandung mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, terlebih pada kondisi cuaca dengan intensitas hujan tinggi yang dapat menyebabkan debit air meningkat secara tiba-tiba.
Operasi SAR masih terus berlangsung hingga saat ini dengan fokus pada pencarian korban yang masih dinyatakan hilang. (Opah)***
