Bukan Ditangkap, Sony Sonjaya Justru Gandeng Bareskrim Bongkar Mafia Gizi; Jangan Terjebak Berita Bohong

Komentar
X
Bagikan

JAKARTA, KABARPAKUAN.COM – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Irjen (Purn) Sony Sonjaya, mematahkan narasi sesat yang menyebut dirinya terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT).

Sebaliknya, Sony justru menunjukkan komitmennya dalam menjaga integritas lembaga dengan menggandeng Bareskrim Polri untuk membongkar praktik “mafia” di sektor pemenuhan gizi nasional.

​Masyarakat diminta untuk waspada dan jangan terjebak berita bohong yang sengaja dihembuskan untuk mengaburkan kerja nyata institusi. Isu liar yang sempat viral pada Kamis (21/5) malam tersebut dipastikan sebagai informasi tanpa dasar alias hoaks.

​”Respon saya adalah kehadiran saya di sini hari ini. Saya berbicara dengan rekan-rekan media untuk menegaskan bahwa saya masih bertugas. Kami justru baru saja berkoordinasi dengan Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Polri untuk mendalami dugaan praktik jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG),” ungkap Sony saat memberikan keterangan di Bareskrim Polri, Senin (25/5).

​Klarifikasi resmi juga diperkuat oleh pernyataan Kejaksaan Agung. Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, membantah adanya penindakan hukum terhadap pimpinan BGN.

Penegasan ini dikeluarkan tepat saat isu tersebut mulai memanas di ruang publik.Ketidakjelasan informasi diduga terjadi akibat adanya konferensi pers Kejagung di waktu yang hampir bersamaan mengenai kasus korupsi tata kelola Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Kalimantan Barat.

Namun, kasus tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan jajaran Badan Gizi Nasional.

Ajakan Melawan Fitnah

​Peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh lapisan masyarakat agar lebih cerdas dalam mengonsumsi informasi.

Jangan terjebak berita bohong yang sering kali dirancang untuk menjatuhkan reputasi seseorang atau menghambat jalannya program strategis pemerintah.

​Penyebaran fitnah tidak hanya merugikan subjek yang diberitakan, tetapi juga mencederai kualitas demokrasi dan keterbukaan informasi. Langkah BGN yang tetap fokus bekerja di tengah terpaan isu miring menunjukkan bahwa profesionalisme harus tetap berdiri di atas segala bentuk intimidasi narasi palsu.***