KABARPAKUAN.COM –Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Sumedang menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dengan mengusung tema “Terwujudnya Gerakan Koperasi Kabupaten Sumedang Yang Kuat, Mandiri, Modern dan Berdaya Saing Dalam Mewujudkan Ekonomi Kerakyatan Yang Berkeadilan dan Berkelanjutan”. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kopkar PT. PLN Sumedang, Sabtu (18/04/2026).
Rakerda secara resmi dibuka oleh Ketua Dekopinwil Jawa Barat dihadiri Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmpp) Kabupaten Sumedang serta para peserta dari berbagai koperasi se-Kabupaten Sumedang.
Ketua Dekopinda Kabupaten Sumedang, Aa Kartiwa, menjelaskan bahwa pelaksanaan Rakerda merupakan bagian dari mekanisme organisasi yang harus dilaksanakan setelah Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil). Namun, menurutnya, Rakerda tahun ini memiliki pendekatan yang sedikit berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Kalau tahun sebelumnya kegiatan diawali dengan doa bersama dan tausiah yang cukup dominan, kali ini unsur tersebut tetap ada. Kita masih melaksanakan doa bersama dan tausiah, namun lebih difokuskan pada substansi rapat kerja untuk menggali inspirasi dan aspirasi dari gerakan koperasi,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Rakerda kali ini menjadi momentum penting dalam menentukan arah pengembangan koperasi di Kabupaten Sumedang ke depan. “Kita ingin menjawab pertanyaan besar, koperasi Sumedang ini akan dibawa ke mana. Hari ini adalah momentum yang tepat untuk merumuskan strategi agar koperasi kita bisa lebih maju dan berdaya saing,” tambahnya.
Peserta yang hadir dalam Rakerda ini merupakan anggota Dekopinda Kabupaten Sumedang dengan jumlah undangan sekitar 100 orang. Dari total sekitar 1.083 koperasi di Kabupaten Sumedang, sebanyak 320 di antaranya tergabung dalam Dekopinda, dengan sekitar 85 koperasi yang aktif.
“Kita mengundang 85 koperasi aktif ditambah koperasi mitra baru, termasuk KDMP dan koperasi lainnya agar mereka juga dapat berada di bawah naungan Dekopinda serta ikut berkontribusi dalam pengembangan koperasi ke depan,” jelas Aa Kartiwa.
Melalui Rakerda ini, diharapkan akan lahir sejumlah strategi dan keputusan penting untuk memperkuat peran koperasi dalam perekonomian daerah. Aa Kartiwa juga menyampaikan harapannya agar koperasi di Sumedang semakin berkembang, baik dari sisi manajemen maupun adaptasi terhadap teknologi.
“Ke depan, kita ingin manajemen koperasi semakin kuat. Selain itu, kita juga tidak boleh alergi terhadap digitalisasi. Harapannya, pada tahun 2030 koperasi di Sumedang sudah mampu berdiri secara mandiri dan memiliki daya saing tinggi,” pungkasnya. ***
