KKN UNINUS 2026 Posko 45–46 Gelar Seminar dan Pelatihan Pengolahan Sampah di MTs Negeri 06 Sumedang

Komentar
X
Bagikan

SUMEDANG, KABARPAKUAN.COM — KKN Universitas Islam Nusantara (UNINUS) 2026 Posko 45–46 kembali melaksanakan program kerja yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat melalui Seminar dan Pelatihan Pengolahan Sampah di MTs Negeri 06 Sumedang, Jumat (14/8/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Sekolah Bersih, Generasi Peduli: Mengolah Sampah, Menjaga Lingkungan” tersebut diikuti sekitar 240 peserta yang terdiri dari siswa kelas VIII dan IX MTs Negeri 06 Sumedang. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya KKN UNINUS untuk memberikan edukasi sekaligus keterampilan praktis kepada generasi muda dalam memahami dan mengelola persoalan sampah di lingkungan sekolah.

Pembukaan kegiatan dihadiri langsung oleh Prof. Dr. Endang Komara, M.Si., Rektor Universitas Islam Nusantara, Dr. Yuyut Prayuti, S.H., M.H., Ketua KKN UNINUS 2026 sekaligus Dekan Fakultas Hukum UNINUS, jajaran Wakil Rektor dan dosen UNINUS, Ujang Sulaeman, S.Pd.I., Kepala Desa Pamulihan, serta Drs. Trisnahada, Kepala MTs Negeri 06 Sumedang.

Hadir pula Ahmad Tajudin, S.IP., Ketua Bank Sampah Kabupaten Sumedang, sebagai narasumber utama, serta Rekan Rifky Al-Ghifari, anggota KKN UNINUS Posko 45–46, yang turut menjadi narasumber dalam kegiatan tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Asep Rifki Maulana Malik selaku Ketua KKN UNINUS Posko 45–46 menyampaikan laporan perkembangan program kerja kepada Rektor UNINUS. Ia menjelaskan bahwa selama pelaksanaan KKN, kelompoknya telah menyusun empat program utama berdasarkan hasil observasi dan kebutuhan masyarakat Desa Pamulihan.

Keempat program tersebut meliputi Rebranding dan Digitalisasi Marketing UMKM; Seminar Literasi, Pelatihan Jurnalistik dan Sadar Hukum Cegah Kenakalan Remaja; SIGAP DESA (Sistem Informasi Grafis Arah Pemukiman) Desa; serta Seminar dan Pelatihan Pengolahan Sampah yang dilaksanakan pada hari tersebut.

Asep menegaskan, seluruh program tidak dirancang sekadar untuk memenuhi kewajiban KKN, tetapi berangkat dari hasil pengamatan langsung terhadap potensi dan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, mahasiswa harus mampu menghadirkan program yang memiliki manfaat nyata dan dapat dilanjutkan oleh masyarakat setelah masa KKN berakhir.

“Program yang kami laksanakan bukan hanya sekadar program kerja yang selesai ketika kegiatan berakhir. Kami berusaha agar setiap program lahir dari hasil observasi dan kebutuhan masyarakat, sehingga ada manfaat dan keberlanjutan yang dapat dirasakan,” ujar Asep.

Sementara itu, Kepala MTs Negeri 06 Sumedang Drs. Trisnahada menyampaikan apresiasi atas dipilihnya MTs Negeri 06 Sumedang sebagai lokasi pelaksanaan seminar dan pelatihan.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum istimewa bagi sekolah karena dapat menerima kehadiran Rektor UNINUS beserta jajaran pimpinan dan para dosen. Ia menyebut kegiatan pengolahan sampah sangat relevan dengan kebutuhan sekolah dan penting untuk menjadi perhatian sekaligus pembelajaran bagi para siswa.

“Ini menjadi sejarah bagi MTs Negeri 06 Sumedang dapat menjadi tempat pelaksanaan kegiatan yang luar biasa ini. Kami merasa bangga dan mengucapkan terima kasih kepada KKN UNINUS 2026 Posko 45–46 yang telah menjadikan sekolah kami sebagai tempat pelaksanaan seminar dan pelatihan pengolahan sampah,” ungkapnya.

Apresiasi juga disampaikan Kepala Desa Pamulihan, Ujang Sulaeman, S.Pd.I. Ia mengucapkan terima kasih kepada UNINUS yang telah mempercayakan Desa Pamulihan sebagai lokasi KKN.

Ujang menyebut, pada tahun 2026 terdapat lima perguruan tinggi yang melaksanakan KKN di Desa Pamulihan, salah satunya Universitas Islam Nusantara. Ia secara khusus mengapresiasi kinerja Posko 45–46 yang dinilai terus menunjukkan progres melalui program-program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Alhamdulillah, A Asep dan Posko 45–46 luar biasa. Terus-menerus ada progres dalam program kerja yang selalu layak diapresiasi. Ini bukan hanya pelaksanaan program kerja, tetapi memang menjadi kebutuhan masyarakat,” tuturnya.

Ia juga berpesan kepada para siswa yang mengikuti kegiatan agar ilmu yang diperoleh tidak berhenti pada kegiatan seminar, tetapi dapat diterapkan dan menjadi contoh bagi teman-teman lainnya di lingkungan sekolah maupun di wilayah Pamulihan dan sekitarnya.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Islam Nusantara Prof. Dr. Endang Komara, M.Si. mengapresiasi Kepala MTs Negeri 06 Sumedang dan Pemerintah Desa Pamulihan yang telah memberikan ruang kepada mahasiswa UNINUS untuk melaksanakan KKN.

Ia menegaskan bahwa KKN bukan sekadar kewajiban akademik, tetapi menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar dari masyarakat, bersama masyarakat, dan memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.

Di hadapan ratusan siswa, Prof. Endang kemudian mengajak peserta melihat persoalan sampah dari kebiasaan sehari-hari. Ia mengingatkan bahwa sampah plastik yang dihasilkan setiap hari dapat menjadi persoalan besar apabila tidak dikelola dengan baik.

Menurutnya, persoalan sampah bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah atau pemerintah desa, tetapi merupakan persoalan bersama yang juga dihadapi berbagai institusi, termasuk perguruan tinggi.

Rektor UNINUS kemudian menitipkan lima kebiasaan sederhana kepada para siswa, yakni membawa botol minum dan kotak makan sendiri, mengurangi penggunaan kemasan plastik sekali pakai, membiasakan memilah sampah, menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai kebiasaan, serta mengembangkan bank sampah sekolah.

Ia menekankan bahwa sampah yang telah dipilah dengan benar bukan lagi sekadar barang buangan, tetapi dapat menjadi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi sekaligus menjadi sarana pembelajaran kewirausahaan bagi para siswa.

Kepada mahasiswa KKN Posko 45–46, Prof. Endang juga memberikan apresiasi sekaligus pesan agar keberhasilan program tidak hanya diukur dari ramainya kegiatan saat dilaksanakan.

“Ukuran keberhasilan program KKN bukan pada ramainya acara hari ini, melainkan pada tetap hidupnya kebiasaan baik ini setelah kalian kembali ke kampus,” pesannya.

Dalam kesempatan yang sama, Rektor UNINUS memberikan apresiasi khusus kepada Asep Rifki Maulana Malik atas kontribusinya selama pelaksanaan KKN.

“Lanjutkan S2, A Asep. Nanti saya kasih diskon 30 persen pembiayaan kampus. Luar biasa anak-anakku Posko 45–46,” ujar Prof. Endang yang disambut antusias oleh peserta dan seluruh mahasiswa KKN.

Menutup sambutannya, Prof. Endang mengajak seluruh siswa menjadikan kegiatan tersebut sebagai awal terbentuknya budaya baru di sekolah. Menurutnya, sekolah yang bersih merupakan hasil dari tumbuhnya kesadaran seluruh warga sekolah.

Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Rektor Universitas Islam Nusantara secara resmi membuka Seminar dan Pelatihan Pengolahan Sampah KKN UNINUS 2026 Posko 45–46.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi dan pelatihan pengolahan sampah yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan serta keterampilan praktis kepada 240 peserta untuk mulai menerapkan pengelolaan sampah secara lebih baik di lingkungan sekolah dan kehidupan sehari-hari. **