BANDUNG, KABARPAKUAN.COM – Ketua Umum LSM PEMUDA, Koswara Hanafi mendesak Polda Jabar untuk melakukan klarifikasi atas perkara dugaan penyekapan, pelecehan, dan penyiksaan yang disebut-sebut menyeret nama Wakil Bupati Sumedang FA beserta istri dan kerabatnya yang sebelumnya telah ramai menjadi perbincangan publik.
Meski sudah ada klarifikasi dari Wakil Bupati Sumedang bahwa rumor tersebut tidak terjadi dan merupakan kesalah pahaman, Koswara menilai Polda Jabar juga harus transfaran dan melalukan klarifikasi atas kebenaran kasus tersebut.
Koswara menilai klarifikasi atau bantahan Wabup melalui media lokal Sumedang pun dianggap tak jelas jika dikait kaitkan secara aturan jurnalistik di negara ini.
Kata dia, bahkan tersiar kabar jika pihak Polda Jabar pun sempat membenarkan adanya laporan kasus tersebut di salh satu media kendati selanjutnya narasinya tiba tiba hilang bak ditelan alam, ada apa?.
Bahkan sebelumnya pun pihak korban RY (Sekpri Wakil Bupati Sumedang) dikabarkan telah melaporakan kasus tersebut ke Direktorat Reserse PPA & PPO Polda Jabar, sehingga Polda Jabar harus terbuka ada atau tidak laporan dari RY.
“Jika benar sudah dilaporkan, sudah sejauh mana penanganan kasus tersebut, apakah laporan polisi, pengaduan atau konsultasi?. Jika kasusnya dihentikan apa alasan di hentikan, apakah sudah ada perdamaian kedua belah pihak?,” kata Koswara seraya mengaku aneh menilai kasus tersebut, jika ada laporan ya pasti ada peristiwa?.
Menurutnya, kini publik menanti kejelasan kasus tersebut, apakah memang benar tidak terjadi? Kalau memang tidak terjadi, para pihak terkait harus melakukan klarifikasi, baik dari Wakil Bupati Sumedang, dari RY, dari Polda Jabar termasuk klarifikasi dari tim investigasi Gubernur, jangan sampai masyarakat menilai bahwa kasus ini di tutup tutupi karena menyangkup pejabat publik.
“Kami hanya menelaah diduga ada keragu raguan Polda Jabar dalam menyikapi kasus ini,” ucapnya.
Sebagai sosial kontrol, LSM PEMUDA juga berencana akan menggelar aksi unuk rasa di Polda Jabar, guna meminta klarifikasi dan kepastian hukum, agar publik tidak dibuat bingung atas kasus ini.
“Kita sudah melayangkan surat klarifikasi ke Polda Jabar, belum ada respons,” pungkas Koswara.
Kabar Terkini
Kabar terbaru, isu ini telah disikapi oleh Gubernur Jabar Dedi Mulyadi di platform medsosnya.
Tim Investigasi Dedi merencanakan membuat tim investigasi untuk pemeriksaan terhadap dugaan kasus yang melibatkan Wakil Bupati Sumedang, agar peristiwa tersaji secara objektif bukan berdasarkan opini.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila, akhirnya buka suara.
Dihubungi awak media lewat sambung telepon Whatsapp, Wabup Sumedang dengan tegas membantah ihwal isu viral yang menyeret namanya dan sekretaris pribadinya yang berinisial RY, hingga nama Anggota DPR RI tersebut.
Menurut Wabup, informasi itu tidak berdasar dan saat ini sedang didalami. “Jujur saya pun kaget, ya bingung makanya ingin meluruskan kesalahpahaman ini,” ucapnya.
Intinya tidak ada apa-apa, itu semua tuduhan-tuduhan tidak berdasar dari pesan berantai sedang kami dalami. “Nanti juga akan ada konfirmasi-konfirmasi dari orang terkait,” kata Fajar. ***
